FUNGSI DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK JADI BAHAN BAKU ASPAL

FUNGSI DAUR ULANG SAMPAH PLASTIK JADI ASPAL 






      Sampah plastik menjadi benda yang paling sering kita temukan di jalan raya. Kadang keberadaannya tidak sesuai tempat.Sampah plastik juga, menjadi momok yang menakutkan apabila tidak di tangani serius. Sebab butuh waktu 50 – 100 tahun untuk bisa terurai.Kota diberbagai belahan dunia menghasilkan 1,3 miliar ton sampah plastik perharinya. Menurut Bank Dunia, angkanya bisa terus bertambah hingga 2,2 miliar ton pada 2025 mendatang.Di Indonesia sendiri, dikutip dari geotimes, sampah di Jakarta mencapai 6.000 – 6.500 ton perhari. Di Bali jumlah sampah 10.725 ton perhari. Sedangkan di Palembang jumlahnya naik dari 700 ton menjadi 1.200 ton perhari. Jika diakumulasikan, total sampah di Indonesia mencapai 175.000 ton/hari. Dikutip dari Solid Waste Association (InSWA) dalam setahun Indonesia menghasilkan sampah plastik 5,4 juta ton.

     Sampah plastik masih menjadi masalah utama yang belum bisa diselesaikan oleh pemerintah. Bahkan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman mencatat, Indonesia adalah negara kedua di dunia setelah China yang memproduksi sampah plastik dengan jumlah yang cukup besar."Kalau kita tidak tangani itu akan menjadi masalah, karena masalah sampah kita ini nomor dua terjorok setelah China," kata Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan saat diskusi dengan media di Gedung BPPT II, Jumat (24/3).Luhut mengaku memiliki sejumlah cara agar sampah plastik bisa dikelola dan memiliki nilai. Misalnya, baru-baru dia mengirimkan satu tim ke India guna mempelajari pemanfaatan sampah plastik sebagai campuran aspal."Kami ngirim tim ke India. Kita melihat India mengelola sampah plastik itu dijadikan (campuran aspal) jalan dan itu kuat sampai 15 tahun," katanya.Tak hanya itu,  Luhut juga berencana bekerja sama dengan Pemerintah Swedia guna membangun pembangkit listrik sampah. Di Swedia, sampah plastik menjadi bahan baku produksi listrik dengan sebuah pembangkit khusus.      Menteri Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) menyebut Indonesia memiliki cadangan aspal 660 juta ton. Cadangan tersebut berada di daerah Buton, Sulawesi.Kondisi cukup miris, Indonesia memiliki kebutuhan aspal 1,2 juta ton per tahun. Dari kebutuhan itu, produsen aspal Indonesia melalui PT Pertamina (Persero) dan PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) baru menghasilkan 600.000 ton per tahun. Sisanya, 600.000 ton harus diimpor dari luar negeri.




Comments