PENGORGANISASIAN PROYEK KONSTRUKSI






Organisasi proyek  merupakan gabungan sekelompok orang terdiri dari berbagai latar belakang disiplin ilmu dan keahlian yang terorganisir dan terkoordinasi dalam suatu wadah tertentu yang akan melaksanakan tugas pelaksanaan organisasi proyek dengan cara tertentu.
  • Fungsi-fungsi dalam suatu organisasi proyek konstruksi meliputi:
Fungsi perencanaan teknis dan keuangan berkaitan dengan hal yang menjalankan fungsi spesifik. Dalam Perencanaan rekayasa teknik (engineering) erat kaitan seperti jadwal pelaksanaan, perencanaan bahan, alat dan sub-sub kontraktor, perencanaan metode pelaksanaan, perencanaan mutu dan perencanaan K3. Perencanaan dalam administrasi dan keuangan, meliputi pembuatan cash flow, perencanaan penagihan, sistem akuntansi dan administrasi pengelolaan sumber daya.

Dalam organisasi proyek fungsi terhadap kontrol pelaksanaan atau operasional, yang meliputi kegiatan pelaksanaan konstruksi di lapangan untuk mewujudkan fisik bangunan sesuai perencanaan teknis dan keuangan.
Fungsi pengendalian atau kontrol, yang meliputi kegiatan membandingkan realisasi pelaksanaan dengan perencanaan dan jika terdapat penyimpangan akan dilakukan analisis penyebabnya dan cara penyelesaiannya.
  • Bentuk organisasi proyek dapat ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain:
- Besar kecilnya nilai proyek
- Tingkat kompleksitas pelaksanaan proyek
- Waktu pelaksanaan yang tersedia
- Penggunaan teknologi
- Lokasi

Gambaran suatu organisasi proyek yang rinci dan banyak digunakan memiliki struktur yang terdiri dari unsur-unsur seperti pada. Manajer teknik, bertugas memimpin unit teknik dan berwewenang mengelola perencanaan teknik dan pengendalian.
  • Pengelolaan perencanaan meliputi kegiatan-kegiatan:
- Metode pelaksanaan
- Gambar kerja
- Jadwal pelaksanaan, jadwal pengadaan bahan, jadwal penyediaan peralatan dan jadwal                        pemenuhan tenaga kerja.
- Perencanaan pengendalian mutu
- Perencanaan arus kas
- Keselamatan dan kesehatan kerja
- Pemilihan sub-kontraktor
- Gambar Skema struktur organisasi lengkap pelaksana proyek konstruksi
- Skema struktur organisasi lengkap pelaksana proyek konstruksi .

Fungsi dari manajer operasional lapangan bertugas memimpin unit pelaksanaan lapangan dengan        kewenangan:

1. Melaksanakan suatu pekerjaan sesuai perencanaan teknis dan keuangan yang telah disiapkan              oleh unit teknik.
2. Mengkoordinasikan dengan tepat kepala pelaksana dalam hal pengendaliaan dan mengontrol              pekerjaan para mandor dan sub-kontraktor di lapangan.
3. Mengendalikan setiap progres item pekerjaan dan melatih ketrampilan staf, tukang dan                        mandor.
4. Melakukan penilaian kemampuan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
5. Manajer administrasi lapangan melaksanakan tugas dengan memimpin unit administrasi                    proyek, mengelola keuangan, akuntansi dan pembukuan, urusan umum dan SDM proyek,                     dengan kewenangan:
6. Menyiapkan urusan administrasi penagihan kepada pemilik proyek
7. Melakukan pencatatan transaksi
8. Melakukan verifikasi seluruh dokumen transaksi pembayaran
9. Mengurus masalah perpajakan, asuransi, dll.

________________________________________________









Comments