PENGERTIAN FUNGSI MANAJEMEN DALAM PENYELENGGARAAN PROYEK JALAN

FUNGSI MANAJEMEN DALAM PENYELENGGARAAN PROYEK JALAN





            Secara Umum Fungsi manajemen pada suatu kegiatan konstruksi pada dasarnya sebagaimana di tulis oleh R Terry adalah berupa suatu perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan (actuating), dan pengendalian (controlling) atau sering disebut sebagai POAC.
Fungsi - fungsi manajemen konstruksi tersebut diadakan dan dimaksudkan untuk semua usaha yang dilaksanakan oleh setiap lapisan unsur dalam organisasi proyek konstruksi terdapat kesamaan dalam gerak sehingga sasaran organisasi dapat di capai sesuai dengan yang di harapkan. Manjemen konstruksi jalan dan jembatan yang mempunyai ciri-ciri yang lebih konkrit dan spesifik dibandingkan dengan manajemen pada bidang kegiatan pada lain nya.

1. FUNGSI MANAJEMEN KONSTRUKSI
Manajemen suatu proyek konstruksi diharapkan menjadi suatu proses, usaha atau kegiatan yang pemanfaatan dan penggunaan seluruh sumber daya terserap secara tepat, berdaya guna, dan berhasil guna. Ciri-ciri yang terdapat dalam manajemen konstruksi yang bersifat unik seperti bahagian mulai urutan kegiatan, metode pelaksanaan, kondisi lapangan kerja, peralatan produksi, lokasi dan cara saat pengolahan bahan baku, pengetahuan dan keterampilan pada bidang yang harus di kuasai tenaga kerja, waktu produksi, jadwal waktu pelaksanaan, biaya pelaksanaan, pengendalian mutu bahan dan hasil, kegiatan, dan sifat hasil akhir, yang berbeda dengan ciri-ciri manajemen non konstruksi lainnya.

Proyek Konstruksi mempunyai ciri-ciri yang spesifik yaitu :

1. Tujuannya spesifik
     Kegiatan saat pelaksanaan dalam proyek konstruksi untuk mencapai tujuan akhir berupa bangunan fisik yang bersifat unik, tidak sama persis dalam bentuk, ukuran maupun lokasi.

2. Bersifat dinamis 
   Intensitas maupun jenis kegiatan dapat berubah dalam waktu relatif pendek, maka dengan demikian pengelola suatu proyek harus cepat tanggap atas perubahan yang terjadi saat proses konstruksi.

3. Bersifat Kompleks
  Dalam proyek konstruksi yang komplek melibatkan beberapa fungsi organisasi untuk mencapai hasil yang maksimal (rekayasa, keuangan, manajemen, pengadaan, produksi). Manajemen proyek yang efektif dan efesien sangat megutamakan penekanan pada koordinasi dan integrasi anatar sub bidang.

4. Bersifat Unik
    Dalam proyek konstruksi tidak pernah terjadi rangkaian kegiatan yang sama persis antara proyek satu dengan proyek lainnya. Proyek konstruksi selalu melibatkan kelompok kerja yang berbeda, yaitu engorganisasian dan pengelolaan yang berbeda.

5. Melibatkan Sumber Daya
    Setiap proyek konstruksi selalu melibatkan sumber daya yakni manusia, uang, bahan, alat, metoda, dan waktu. Dari semua sumber daya tersebut, pengorganisasian dan pengelolaan sumber daya manusia merupakan kunci keberhasialan pencapaian proyek.

6. Terpengaruh dengan kondisi alam dan lingkungan
   Proyek konstruksi selalu berhubungan dengan tanah dan berlokasi di tempat terbuka, sehingga kondisi alam seperti topografi, iklim, dan prasarana yang tersedia sangat mempengaruhi setiap kegiatan dalam proyek konstruksi.

7. Organisasi multi disiplin
    Manajemen proyek menghimpun semua individu yang saling berbeda saat mengambil keputusan tersebut dalam langkah yang sama untuk mencapai tujuan progres proyek yang diharapkan. Dan terdapat tiga kendala paling pokok yakni kendala yang berkaitan dengan biaya, kendala waktu dan kendala mutu yang harus dihadapi secara keseluruhan dan simultan.

.* RINGKASAN
1. Manajemen proyek merupakan suatu proses, usaha, atau kegiatan dalam pemanfaatan sumber daya yang tersedia oleh manajer secara tepat, berdaya guna dan berhasil guna.

2. Dalam suatu manajemen terdapat ciri-ciri manajemen konstruksi yang bersifat unik seperti urutan kegiatan, metode pelaksanaan, kondisi lapangan kerja, waktu produksi yang berbeda dengan bidang non konstruksi.

3. Kompetisi suatu hal yang mesti dikembangkan dalam manjemen proyek adalah :
- Manajemen Integrasi proyek
- Manajemen lingkup proyek
- Manajemen waktu
- Manajemen biaya
- Manajemen mutu
- Manajemen sumber daya manusia
- Manajemen pengadaan
- Manajemen risiko
- Manajemen komunikasi



________________________________________________________



Comments