PENGERTIAN JEMBATAN DAN JENIS KLASIFIKASI STRUKTUR


PENGERTIAN JEMBATAN DAN JENIS KLASIFIKASI STRUKTUR




Jembatan   yaitu merupakan   suatu  bentuk konstruksi   atau  struktur pada bangunan yang menghubungkan suatu kawasan, daerah, rute atau lintasan transportasi yang terpisah satu sama lain baik oleh  sungai,  rawa,  danau,  selat,  saluran,  jalan rayajalan  kereta  api,  dan hal   lainnya.   Konstruksi pada bangunan   suatu   jembatan  terdiri   dari item  konstruksi bangunan   atas, konstruksi bangunan  bawah  dan struktur  pondasi. Berdasarkan dengan kaidah yang sesuai  dalam  istilahnya  konstruksi bangunan yang atas  berada pada bagian atas suatu jembatan yang menerima beban langsung dan berfungsi sebagai penampung semua beban yang ditimbulkan oleh lalu lintas kendaraan maupun orang dan muatan lainnya yang kemudian disalurkan ke bagian bawah. Sedangkan pada konstruksi bangunan bawah terletak di bawah bangunan atas yang akan berfungsi untuk menerima atau memikul beban-beban  yang diberikan bangunan atas dan kemudian menyalurkan ke pondasi. Pondasi pada konstruksi jembatan di desains agar berfungsi sebagai yang bangunan yang akan menerima beban- beban dari konstruksi bangunan  bawah lalu disalurkan  ke dalam tanah. Dan penggunaan Type pondasi yang akan digunakan sangat bergantung dari kondisi tanah dasarnya berdasarkan data-data riil dari kajian langsung sehingga dapat menggunakan pilihan tiang pancang, tiang bor, atau sumuran.

Jembatan  adalah  bagian  jalan  yang  berfungsi  untuk  menghubungkan  antara  dua  jalan  yang  terpisah  karena  suatu rintangan  seperti  sungai,  lembah,  laut,  jalan  raya  dan  rel  kereta  api.  Jembatan  sangat  vital  fungsinya  terhadap kehidupan manusia, dan mempunyai arti penting bagi setiap orang. Akan tetapi tingkat kepentingannya tidak sama bagi tiap orang, sehingga akan menjadi suatu bahan studi yang menarik (Bambang Supriyadi, 2007).
Type jembatan yang umum dan banyak digunakan di wilayah indonesia yang cocok dengan kondisi sangat bervariasi dan tergantung kebutuhan yang sesuai dengan alam maupun lokasi pekerjaan konstruksi,  jembatan  dapat dikelompokkan sebagi berikut :
a. Jembatan kayu
b. Jembatan pasangan batu dan batu bata
c. Konstruksi Jembatan  beton  bertulang  dan konstruksi  jembatan  beton  prategang  (prestressed concrete bridge)
d. Jembatan baja
e. Jembatan komposit

Berdasarkan dari fungsinya, jembatan dapat dibedakan menjadi :
  •  Jembatan jalan raya (highway bridge)
  •  Jembatan penyeberangan (foot bridge)
  •  Jembatan kereta api (railway bridge)
  •  Jembatan darurat
Berdasarkan tinjauan dari sistem dan gaya strukturnya maka jembatan dapat dibedakan menjadi sebagai berikut :
1.   Jembatan lengkung (arch bridge)
2.   Jembatan gelagar (beam bridge)
3.   Jembatan cable-stayed
4.   Jembatan gantung (suspension bridge)
5.   Jembatan beton prategang (prestressed concrete bridge)
6.   Jembatan rangka (truss bridge)
7.   Jembatan box girder
    Perancangan suatu konstruksi jembatan meliputi beberapa aspek perlu ditinjau yang nantinya akan mempengaruhi dalam penetapan bentuk maupun dimensi jembatan. Adapun aspek tersebut antara lain :
1.   Aspek lokasi dan tipe jembatan
2.   Aspek lalu lintas
3.   Aspek hidrologi
4.   Aspek tanah
5.   Aspek geometri jembatan
6.   Aspek konstruksi jembatan

--------------------------------------------------------------

Comments