VAKSIN CORONA BERBASIS PEPTIDA DI PRODUKSI PERUSAHAAN JERMAN

VAKSIN CORONA BERBASIS PEPTIDA DI PRODUKSI PERUSAHAAN JERMAN

            JERMAN-BERLIN --- Peneliti di laboratorium berlin yang bernaung dibawah perusahaan JPT PEPTIDE TECHNOLOGIES mengatakan tentang Work at Home, maka semestinya tinggal dirumah. Namun para peneliti tidak mungkin bekerja dari rumah. Sebaliknya semua bekerja lebih keras dan lebih panjang dari biasanya, semua pakar kimia di perusahaan JPT PEPTIDE TECHNOLOGIES dianggap sistematik penting karena apa yang mereka produksi ini mungkin dapat membantu mempercepat penemuan vaksin virus corona. Dan kami membuat alat tes yang berdasarkan pada peptida yang memungkinkan pengembangan vaksin untuk mengukur sistem kekebalan tubuh pasien dan memonitornya sepanjang periode tertentu, kata Holger Wenschuh dalam video berjudul Peptida Produksi Berlin Bantu Percepat Temukan Vaksin Corona yang tayang di kanal Youtube DW Indonesia, Selasa (14/04/2020)
        Peptida adalah molekul protein, perusahaan tersebut mencitakan ratusan peptida kemudian merangkainya kembali sedemikian rupa sehingga membentuk ulang permukaan penting virus corona. Dan para peneliti sudah mengerjakan riset tersebut sejak januari 2020, produk akhir sudah tersedia dipasaran dan dapat membantu mencari tahu apakah vaksin dapat sepenuhnya berfungsi dalam tubuh manusia.
         Dalam kaitan mencari vaksin virus corona beberapa peneliti berfokus pada pengembangan vaksin berbasis pada MRNA pembawa pesan yang dinotasikan MRNA-base Vaccines dan pada tubuh manusia di suntikkan bangian rancang bangun virus, sel tubuh manusia akan menginplementasikannya dan membentuk bagian dari virus. Sistem kekebalan tubuh akan mengenali unsur asing yang mengancam, lalu mengembangkan anti body. Jika berhasil, ketika virus sesungguhnya menyerang, tubuh siap mempertahan diri dengan anti body praproduksi tersebut. Apakah ini bisa berhasil ? Itulah yang sedang di uji dengan alat yang sedang dikembangkan sekerang ini. Teknologi dari laboratorium JPT  sudah digunakan untuk melawan virus zika dan ebola. Perusahaan tersebut secara tidak langsung terlibat dalam upaya menemukan vaksin karena menjadi bagian dari BioNTech.
          Berlin merupakan garda terdepan pencarian vaksin, tapi ini bukan berarti sebuah kompetisi. '' Saya rasa itu kesan yang salah. Sekerang yang terpenting adalah segera ada vaksin tersedia di pasar. Tidak penting siapa yang pertama. Ini tentang kontribusi, dan mugkin kami yang pertama berhasil menciptakannya. Tapi sekarang yang terpenting tugas etis menolong orang". para peneliti lainnya juga sependapat. " Tentu saja kami merasa mampu berkontribusi membuat orang sehat, bahkan menyembuhkan mereka. Ini sangat mememotivasi. tutur Falk Schumacher [Asisten Teknis]. Dan " tentu, walaupun perasaan saya campur aduk. Di satu sisi, saya takut. Di sisi lain, saya tahu, saya berkontribusi penting. Ini luar biasa ! tutur Agnieszka Fricler [ Asisten Teknis]. Diharapkan tes baru ini bisa segera di implementasikan dalam waktu dekat, setidaknya bukti efektifitas vaksin berbasis MRNA dapat segera diperlihatkan.

________________________________________________

Comments